Tuesday, May 4, 2010

KPK Siap 'Diperiksa' Tim Pengawas Century

Tim Pengawas kasus Century berencana akan melakukan pertemuan dengan KPK. KPK menyatakan siap untuk hadir dalam pertemuan yang digelar pagi ini.

"Insya Allah (hadir) jam 10.00 WIB," kata Wakil Ketua KPK M Jasin melalui pesan singkatnya, Selasa (4/5/2010)

Sebelumnya, Ketua Tim Pengawas Priyo Budi Santoso mengatakan, untuk pertama kalinya tim pengawas akan mempertanyakan perkembangan kasus Century yang ditangani KPK. Khusus untuk materi rapat, Tim akan lebih memusatkan perhatian kepada hasil pemeriksaan Sri Mulyani dan Boediono.

"Kami ingin menanyakan perkembangan terakhir terkait pemeriksaan Boediono dan Sri Mulyani. Termasuk tempat pemeriksaan yang di kantor masing-masing juga akan kita pertanyakan," papar Priyo.

Politisi Golkar ini menambahkan, secara garis besar tim pengawas akan mempertanyakan komitmen KPK dalam mengungkap kasus skandal Century ini. "Kita menginginkan sejauh mana ketangkasan KPK menidaklanjuti rekomendasi DPR atas kasus Century," pungkasnya.


Sumber : politik indonesia

Monday, February 15, 2010

Hillary Clinton Bantah AS Berencana Serang Iran

Isu nuklir Iran kian memanas. Spekulasi mengenai kemungkinan serangan AS ke Iran terus berhembus. Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton membantah AS berencana menyerang Iran.

Dikatakan Hillary, Washington menginginkan dialog dengan Teheran. Namun AS juga tak bisa berdiam diri sementara Iran melanjutkan program nuklirnya yang diduga untuk memproduksi senjata nuklir.

"Tidak, kami sedang merencanakan untuk berusaha menyatukan komunitas dunia dalam menerapkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi-sanksi yang diadopsi PBB," kata mantan ibu negara AS itu ketika ditanya apakah AS berencana menyerang Iran.


Baca di : Berita Internasional

Wednesday, February 10, 2010

PU Yakin Antasari Dihukum Mati

Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus Antasari Azhar, Cirus Sinaga optimistis tuntutannya dikabulkan oleh majelis hakim. Mengaku sudah berpengalaman, Cirus yakin untutannya tak melesat.

"O iya dong (yakin Antasari dihukum mati). Kita kan sudah pengalaman. Saya menuntut mati bukan hanya sekali ini saja," kata Cirus sebelum mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

Tapi kan kasus Muchdi yang Bapak tangani diminta untuk diselidiki lagi? "Itu urusan polisi dong," jawab Cirus enteng.

"Ini kita bicara perkara Antasari, jangan ngomong yang lain," pungkasnya.

Hingga pukul 09.35 WIB, sidang belum juga dimulai dari rencana awal pukul 09.00 WIB.


Ref : berita terkini

Monday, January 18, 2010

Jelang 100 Hari SBY - PD: Reshuffle Belum Jadi Agenda

Partai Demokrat (PD) belum mendengar adanya rencana reshuffle kabinet. Saat ini PD hanya fokus pada agenda evaluasi koalisi. Karena itu, reshuffle hanya menjadi isu dan wacana belaka.

"Reshuffle belum pernah dengar. Saya kira reshuffle belum jadi agenda. Sejauh yang saya tahu. Evaluasi koalisi kebutuhan yang utama," kata Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada wartawan sebelum mengikuti rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Pernyataan ini dikatakan Anas terkait mencuatnya isu penggantian Menkeu Sri Mulyani di kabinet.

Menurut Anas, soal formasi kabinet adalah hak prerogratif presiden. Keputusan mengganti anggota kabinet sepenuhnya di tangan presiden dan bukan karena deal-deal dengan partai tertentu.

"Apakah mau menyegarkan atau tidak, itu terserah presiden," jelas ketua fraksi PD DPR ini.

Anas menambahkan, evaluasi yang akan dilakukan adalah evaluasi berkala sesuai kontrak politik anggota koalisi. Evaluasi yang dilakukan bukan hanya menyangkut pernyataan atau sikap politik yang muncul terkait dengan orang-perorang, misal pernyataan di Pansus Century, tetapi bersifat
menyeluruh terkait etika anggota koalisi.

"Evaluasi adalah untuk melihat secara bersama apakah komitmen kerja sama diselenggarakan dengan konsisten dan menyeluruh bukan hanya soal pernyataan orang-perorang saja," jelasnya.


Sumber : berita nasional

Friday, December 11, 2009

Pastor Yohanes Jonga, Pr. Menyuarakan yang Tidak Bersuara

Penghargaan Yap Thiam Hien Award tahun ini diberikan juri penilai kepada Pastor Yohanes Jonga, Pr., kemarin malam (10/12) pada Malam Penganugerah Yap Thiam Hien Award 2009 di Hotel Borobudur Jakarta. Acara yang diketuai Todung Mulya Lubis ini memberikan ruang apresiasi kepada para tokoh penegak Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Pastor Yohanes Jonga lahir pada 4 November 1958 dan berasal dari Pulau Flores. Saat ini, pria yang biasa dipanggil Pater (Pastor) John tersebut menjabat sebagai Pemimpin Gereja Katolik (Koordinator Tim Pastoral Dekenat Keerom) di Kabupaten Keerom, Merauke, suatu wilayah perbatasan antara Papua Indonesia dengan Papua Nugini.

Pater John datang ke Papua pada tahun 1986 saat ditugaskan di Paroki St. Stefanus di Lembah Baliem, Wamena. Ia melayani dua komunitas umat Katolik di Kimbim dan Bogi yang berdampingan dengan komunitas Kingmi (aliran kepercayaan masyarakat) dan Komunitas GIDI (Gereja Injili Indonesia). Setelah itu ia melanjutkan tugas ke Kabupaten Mimika, Timika, kemudian Disktrik Waris, Kabupaten Keerom dan akhirnya di Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Pater John yang terkenal rendah hati, ramah dan murah senyum ini pada malam penganugerahan menyatakan bahwa dirinya belumlah pantas diberikan penghargaan Yap Thiam Hien karena apa yang dilakukannya barulah sejengkal।? Ia menyatakan bahwa permasalahan hukum dan hak asasi manusia sudah berlangsung sejak lama di tanah Papua. Hal ini disampaikannya dalam kata sambutannya setelah menerima penghargaan yang diberikan oleh salah satu juri, Maria Hartiningsih.

Baca Selanjutnya


Tuesday, October 13, 2009

Habibie dan Kawan Setia

Semenjak meninggalkan hingar bingar dunia politik, mantan presiden BJ Habibie jarang muncul di publik. Habibie mengaku kesehariannya kini memang hanya ditemani istri, asisten dan juga kawan setianya.

Habibie muncul lagi dalam acara seminar nasional perencanaan perkotaan masa depan yang berkelanjutan, yang digelar oleh Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Habibie sempat memberikan pandangan-pandanganya mengenai perkotaan dan segala hal hingga kurang lebih 1,5 jam lamanya.

Walhasil panitia acara sempat ketar-ketir karena masih banyak pembicara yang belum menyampaikan pemaparannya diantaranya Menristek Kusmayanto Kadiman dan mantan menristek M. Zuhal. Namun apa daya, panitia pun tak kuasa menghentikan ocehan ahli pembuat pesawat ini.

Habibie yang saat itu memakai batik bercorak kuning keemasan berpeci hitam sadar akan kegusaran panitia dan peserta seminar. Dengan tegas Habibie mengatakan, ia memohon maaf mengenai prilaku pembicaraanya yang panjang lebar karena dia mengaku menjadi salah satu orang yang jika sekali diberikan kesempatan untuk bicara maka akan sulit dihentikan.

Wah kok bisa Pak?

Habibie menjelaskan selama ini ia sudah jarang bertemu dengan khalayak banyak termasuk teman-temannya. Keseharian Habibie hanya bertemu dengan istri tercintanya dan asistennya. Namun kata dia selain dua orang itu, ia punya teman setianya yang selalu menemaninya yaitu otaknya.

"Saya salalu bertemu dengan kawan setia saya yaitu otak saya," katanya di acara seminar di gedung Departemen PU, Selasa (13/10/2009).

Sehingga kata dia, sekali dia diberikan kesempatan bicara maka tak ada yang bisa menghentikannya. Meskipun demikian, ia membantah kalau dia adalah orang yang individualis.

"Tapi bukan berarti saya individualis," kilahnya.

Read More

Tuesday, July 14, 2009

Rupiah Berakhir Melemah Tajam Iringi Jeblok Bursa Saham

Vibiznews – Economy) – Perdagangan rupiah pada hari ini akhirnya mata uang lokal ini menyerah terhadap tekanan eksternal yang cukup tajam (13/07) Mengikuti arus jual yang hebat di lantai bursa, nilai tukar rupiah pun akhirnya ikut terkapar. Kondisi pasar finansial yang belum membaik membuat investor kembali ke dolar AS yang dianggap sebagai tempat lindung paling aman untuk sementara.

Pada penutupan perdagangan di pasar spot antar bank Jakarta pada sore hari ini rupiah ditutup melemah ke 10.275 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 10.185 per dolar AS. Rupiah mengalami penurunan sebesar 90 poin.

Read More