Jumat, 02 September 2016

Presiden Uzbekistan meninggal dunia akibat pendarahan otak

Presiden Uzbekistan, Islam Karimov. Foto: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Presiden Uzbekistan, Islam Karimov (78) meninggal dunia, Jumat (02/09/2016).

Karimov sejak akhir pekan lalu dirawat di rumah sakit, diduga kuat akibat menderita pendarahan otak.

Mendengar kabar duka ini, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pun langsung menyampaikan bela sungawa.

Semoga rahmat Allah bersamanya.” Pernyataan itu akhirnya menegaskan bahwa Islam Karimov memang meninggal dunia.

Media lokal setempat menyebut, Karimov akan dimakamkan pada Sabtu, 3 September 2016 di kampung halamannya di Kota Samarkand, di mana ibu dan dua saudaranya telah dimakamkan.

Mengutip dari BBC, Karimov memang dipastikan telah meninggal dunia. Pria yang telah 27 tahun berkuasa di Uzbekistan itu dilaporkan kritis akibat pendarahan di otak.
Presiden Georgia Giorgi Margvelashvili juga telah menyatakan belasungkawanya atas kematian Karimov lewat situs resmi kepresidenan. “Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya dan atas nama orang-orang Georgia untuk keluarga presiden dan orang-orang Uzbek,” katanya.

Ihwal sakitnya karimov, sebelumnya diketahui lewat jejaring sosial berbagi foto dan video milik putri dari Karimov, Lola Karimova-Tillyaeva, Selasa, 30 Agustus 2016.
Dalam keterangan foto perempuan yang menjadi Duta Besar UNESCO di paris Prancis itu menyebutkan awalnya kondisi ayahnya stabil. “Kondisi ayah saya stabil dan terlalu dini untuk membuat prediksi tentang kesehatannya.”

Karimov telah menjadi pemimpin dari negara pecahan Uni Soviet itu sejak sebelum kemerdekaan, yakni 1989. Wartawan BBC, Abdujalil Abdurasulov mengatakan, Karimov dikenal memiliki riwayat masalah kesehatan.

“Sakitnya Karimov dianggap sebagai rahasia negara. Oleh karena itu, setiap informasi tentang kesehatan sang Presiden tidak akan dipublikasi,” ungkap Abdurasulov.@LI-13

loading...

0 komentar:

Posting Komentar