Rabu, 08 Maret 2017

Draenase Buruk Sanggau Banjir

SANGGAU – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sanggau menyebabkan masalah bagi warga. Seperti yang dialami warga di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (7/3) kemarin. Mau tak mau, mereka akhirnya menjadi korban langganan banjir jika musim hujan datang.

Warga di kawasan ini mengeluh karena rusaknya fasilitas drainase sehingga banjir sering melanda jika hujan tiba. Bagai mana tidak, kendati hujannya hanya berlangsung 15 menit, air langsung menggenangi beberapa rumah warga yang ada di daerah itu.

Kondisi terparah terlihat di depan Simpang Jalan Padat Karya, air menggenangi badan jalan. Bahkan, air tersebut turun kepermukiman warga, sehingga masuk ke warung dan rumah warga sekitar. Dari pantauan wartawan di lapangan, kondisi itu disebabkan akibat drainase yang ada tidak lagi mampu menampung debit air. Apa lagi, kondisi gorong-gorong di drainase itu sangat kecil dan sudah banyak yang hancur membuat saluran tersebut tersumbat.

Salah satu warga yang menjadi korban kebanjiran, Abo Iman, mengatakan, Setiap awan menunjukkan tanda-tanda hujan akan turun, dirinya mulai khawatir kerena air hujan akan menggenangi halaman dan masuk ke rumah. Bila hujan deras 15 menit saja, maka drainase yang berada di pinggir jalan tidak mampu lagi menampung debit air. Sudah dipastikan air akan masuk ke dalam rumah.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama, bahkan sudah lebih dari tiga tahun. Jika hujan berlangsung, halaman teras rumah saya terlihat seperti danau,” katanya.

Diakui Abo Iman, kondisi ini sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga saat ini tak ada tanggapan.

“Sebagai warga, saya sangat kesal dengan lambannya pihak dinas terkait menyikapi persoalan ini untuk di perbaikan. Saya berharap kepada pemerintah yang terkait bisa membantu supaya air di saluran parit ini bisa berjalan normal dan lancar,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Fitri, pemilik warung yang rumahnya ikut menjadi sasaran air hujan akibat luapan drainase itu. Dia menilai, Pemkab melalui instansi terkait tutup mata akan hal ini.

“Setiap kali hujan deras, badan jalan ini selalu banjir, bila berlangsung lama, rumah kamilah jadi sasarannya. Kami berharap Pemkab juga melihat penderitaan rakyat seperti kami ini,” ujarnya mengeluhkan belum adanya penanganan.

Bambang Ketua RT setempat mengaku beberapa kali mendatangi kawasan tersebut, membenarkan drainase itu harus mendapat perhatian serius oleh Pemkab. Karena saat terjadi hujan beberapa titik diwilayah itu, sering menimbulkan genangan air dan banjir. Akan tetapi hingga saat ini, lokasi ini tetap menjadi langganan banjir, sekecil apapun curah hujan yang turun.

“Kita berharap salurannya dibesarkan, bahkan gorong-gorong yang ada di dalam saluran drainase itu untuk segera di ganti dan di perbaiki, karena saya melihat gorong-gorong itu sudah tidak menampung lagi disetiap air hujan turun dari dua jalur, yaitu dari jalan bukit padat karya dan jalan bukit kemboja.

Kalau hal seperti ini tidak ditanggapi kasian warga yang menjadi korbannya, bahkan ketika hujan merasa tidur tidak tenang. Setiap turun hujan warga selalu turun kejalan dengan bergotong royong untuk mengantisipasi jangan sampai air itu masuk didalam rumahnya. Setiap hari seperti ini warga pasti capek juga,” beber dia.

Bambang menambahkan, curah hujan yang tinggi tidak hanya menggenangi beberapa rumah warga saja, tetapi curah hujan tersebut juga rawan terjadinya kecelakaan akibat tergenangnya air. Apa lagi kecelakaan sampai merenggut nyawa seseorang.
“Setiap terjadinya hujan seperti ini, tiga tahun belakangan kerap kita jumpai warga pengguna jalan mengalami kecelakaan. Maka dari itu, saya berharap permasalahan ini segera di selesaikan sebelum makan korban jiwa,” harapnya.

Menanggapi keluhan warga, Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Vicky Ludovicus, membenarkan, hasil pantauan dilapangan setiap terjadinya hujan, Jalan Jendral Sudirman itu memang tergenang air akibat drainase yang tersumbat dan tidak layak digunakan.
“Maka Dari itu saya ingin permasalahan ini segera di tindak lanjuti, apa lagi di saat ini sudah memasuki musim hujan,” katanya.

Untuk itu, Vicky Ludovicus juga berharap setelah dilakukan perbaikan drainase, warga juga harus mendukung, terutama untuk selalu menjaga drainase tersebut.
“Meski drainase bagus, kalau kesadaran warga masih minim, tetap saja drainase akan menimbulkan luapan air. Maka untuk itu, kita sama-sama menjaga dan saling membersihkan drainase tersebut agar tidak terjadi hal yang tak di inginkan,” harapnya.

(Abang Indra)

REKOMENDASI :

0 komentar:

Posting Komentar