Jumat, 02 September 2016

Papilaya Minta Dukungan Warga

Ambon - Kota Ambon akan ber­usia 441 tahun, 7 September mendatang. Memasu­ki usia tersebut, Caretaker Walikota Ambon FJ Papi­laya me­minta dukungan warga terkait program pe­merintahan, pembangu­nan dan pelayanan publik.

Usia ini memang tidak mudah lagi namun berkat kasih dan kemurahan Tuhan, Ambon menjadi kota yang aman damai dan sejahtera bagi warga yang mendiaminya. “Jadi mari kita semua memuji dan me­muliakan akan kebesaran Tuhan atas yang selama ini sudah menjadi Ko­ta Ambon dan lewat pemerintah se­mua proses pemba­ngunan itu berjalan dengan baik,” kata Papilaya disela-sela Doa untuk Ambon yang berlang­sung di Gereja Maranatha, Kamis (1/9).

Menurutnya mengawali rangkaian kegiatan memperingati HUT kota harus didasari dengan doa bersama yang dilakukan pemerintah di dua komunitas.

“Doa bersama di dua komunitas baik di Kristen maupun Islam untuk memuji dan memuliakan kebesaran Tuhan yang senantiasa memberkati kota ini. Hal itu yang kita yakini sampai saat ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga mendoa­kan penyelenggara pemerintah dan sesama warga kota.

“Saya yakin apa yang kita kerja­kan namun tanpa mengandalkan Tuhan maka itu akan sia-sia dan sebagai orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan dalam segala perkara kita yakin Ambon kedepan akan lebih baik,” ungkap Papilaya.

Sementara itu Ketua MPH Sinode GPM Maluku Pendeta AJS Weri­nussa dalam khotbahnya mengata­kan Tuhan memberkati kota ini bu­kan karena saat ini seluruh pegawai Pemkot Ambon berkumpul.

“Tuhan memberkati kota ini karena Tuhan ingin melayani masyarakat Kota Ambon. Di usia ke 441 mari kita melayani masyarakat denan baik dan Tuhan akan memperhitungkan upah kita nanti,” katanya.

Ia meyakini Kota Ambon dipimpin oleh orang-orang jujur dan tidak pernah memperhitungkan dengan masyarakat ketika memberikan pelayanan. “Diberkatilah seluruh pemimpin di Kota Ambon agar mereka bisa melayani dengan hati bagi seluruh warga kota yang kita cintai ini,” jelas Werinussa.

Untuk itu warga harus senantiasa bersyukur karena Tuhan telah menjaga kota ini berusia 441 tahun.

“Banyak hal yang sudah kita lewati dari dulu hingga sekarang, ada banyak kenangan baik itu manis dan pahit tetapi Tuhan itu luar biasa yang senantiasa menjaga kita hingga berusia ke 441, tahun,” ujarnya.

Pantauan Siwalima,Doa Untuk Ambon yang berlangsung di Gereja Maranatha diikuti oleh ribuan pegawai Pemkot Ambon.

Walaupun diawali dengan hujan di pagi hari namun tidak menyu­rutkan semangat pegawai untuk tetap bersyukur atas kota ini.

Akibatnya banyaknya pegawai yang datang sebagian pegawai ter­paksa harus berada di baileo oiku­mene karena ruangan gereja tidak dapat menampung semua pegawai.

Selain melakukan doa bersama di Ge­reja Maranatha, pemkot juga mela­kukan doa bersama di Islamic Center yang dihadiri oleh ribuan pegawai.

Tata Pasar

Usai Doa untuk Ambon yang ber­lang­sung di Gereja Maranatha, Kamis (1/9), Papilaya kepada me­ngaku akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menata Pasar Mardika. “Kondisi Pasar Mardika merupa­kan pekerjaan rumah dari kita semua karena untuk menata pasar membu­tuhkan dana yang cukup besar se­mentara kemampuan keuangan kita tidak mencukupi,” ujar Papilaya.

Menurutnnya untuk memang mem­bangun pasar apung yang menjadi so­lusi agar tidak ada lagi pedagang yang menempati badan jalan mem­butuhkan biaya yang cukup besar.

“Fiskal kita tidak mencukupi untuk mem­bangun pasar apung secepat mu­ngkin dan kita berharap dengan ko­munikasi dengan pempus ada dana yang bisa dimanfaatkan,” jelas Papilaya.

Ia juga mengaku dengan APBD kota saat ini diperuntukan untuk kebutuhan masyarakat yang lain sehingga belum bisa digelontorkan untuk membangun pasar apung.

“Kita tidak menutup mata dan sebagai caretaker kita akan mendorong pimpinan SKPD punya komunikasi ke pusat untuk bisa mendapatkan tambahan anggaran dari sana karena memang ada anggaran namun kurang dilakukan lobi,” ungkapnya.  (S-39)

0 komentar:

Posting Komentar