Ambon - Kota Ambon akan berusia 441 tahun, 7 September mendatang. Memasuki usia tersebut, Caretaker Walikota Ambon FJ Papilaya meminta dukungan warga terkait program pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.
Usia ini memang tidak mudah lagi namun berkat kasih dan kemurahan Tuhan, Ambon menjadi kota yang aman damai dan sejahtera bagi warga yang mendiaminya. “Jadi mari kita semua memuji dan memuliakan akan kebesaran Tuhan atas yang selama ini sudah menjadi Kota Ambon dan lewat pemerintah semua proses pembangunan itu berjalan dengan baik,” kata Papilaya disela-sela Doa untuk Ambon yang berlangsung di Gereja Maranatha, Kamis (1/9).
Menurutnya mengawali rangkaian kegiatan memperingati HUT kota harus didasari dengan doa bersama yang dilakukan pemerintah di dua komunitas.
“Doa bersama di dua komunitas baik di Kristen maupun Islam untuk memuji dan memuliakan kebesaran Tuhan yang senantiasa memberkati kota ini. Hal itu yang kita yakini sampai saat ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak warga mendoakan penyelenggara pemerintah dan sesama warga kota.
“Saya yakin apa yang kita kerjakan namun tanpa mengandalkan Tuhan maka itu akan sia-sia dan sebagai orang yang percaya dan mengandalkan Tuhan dalam segala perkara kita yakin Ambon kedepan akan lebih baik,” ungkap Papilaya.
Sementara itu Ketua MPH Sinode GPM Maluku Pendeta AJS Werinussa dalam khotbahnya mengatakan Tuhan memberkati kota ini bukan karena saat ini seluruh pegawai Pemkot Ambon berkumpul.
“Tuhan memberkati kota ini karena Tuhan ingin melayani masyarakat Kota Ambon. Di usia ke 441 mari kita melayani masyarakat denan baik dan Tuhan akan memperhitungkan upah kita nanti,” katanya.
Ia meyakini Kota Ambon dipimpin oleh orang-orang jujur dan tidak pernah memperhitungkan dengan masyarakat ketika memberikan pelayanan. “Diberkatilah seluruh pemimpin di Kota Ambon agar mereka bisa melayani dengan hati bagi seluruh warga kota yang kita cintai ini,” jelas Werinussa.
Untuk itu warga harus senantiasa bersyukur karena Tuhan telah menjaga kota ini berusia 441 tahun.
“Banyak hal yang sudah kita lewati dari dulu hingga sekarang, ada banyak kenangan baik itu manis dan pahit tetapi Tuhan itu luar biasa yang senantiasa menjaga kita hingga berusia ke 441, tahun,” ujarnya.
Pantauan Siwalima,Doa Untuk Ambon yang berlangsung di Gereja Maranatha diikuti oleh ribuan pegawai Pemkot Ambon.
Walaupun diawali dengan hujan di pagi hari namun tidak menyurutkan semangat pegawai untuk tetap bersyukur atas kota ini.
Akibatnya banyaknya pegawai yang datang sebagian pegawai terpaksa harus berada di baileo oikumene karena ruangan gereja tidak dapat menampung semua pegawai.
Selain melakukan doa bersama di Gereja Maranatha, pemkot juga melakukan doa bersama di Islamic Center yang dihadiri oleh ribuan pegawai.
Tata Pasar
Usai Doa untuk Ambon yang berlangsung di Gereja Maranatha, Kamis (1/9), Papilaya kepada mengaku akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menata Pasar Mardika. “Kondisi Pasar Mardika merupakan pekerjaan rumah dari kita semua karena untuk menata pasar membutuhkan dana yang cukup besar sementara kemampuan keuangan kita tidak mencukupi,” ujar Papilaya.
Menurutnnya untuk memang membangun pasar apung yang menjadi solusi agar tidak ada lagi pedagang yang menempati badan jalan membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Fiskal kita tidak mencukupi untuk membangun pasar apung secepat mungkin dan kita berharap dengan komunikasi dengan pempus ada dana yang bisa dimanfaatkan,” jelas Papilaya.
Ia juga mengaku dengan APBD kota saat ini diperuntukan untuk kebutuhan masyarakat yang lain sehingga belum bisa digelontorkan untuk membangun pasar apung.
“Kita tidak menutup mata dan sebagai caretaker kita akan mendorong pimpinan SKPD punya komunikasi ke pusat untuk bisa mendapatkan tambahan anggaran dari sana karena memang ada anggaran namun kurang dilakukan lobi,” ungkapnya. (S-39)
0 komentar:
Posting Komentar