Sabtu, 03 September 2016

Program Satu Desa Satu Bidan di Bombana Belum Terpenuhi, Nih Rinciannya

KENDARIPOS.CO.ID. KENDARI- Keberadaan tenaga bidan sangat dibutuhkan disetiap daerah, salah satunya di Kabupaten Bombana. Hanya saja, kehadiran tenaga mereka dinilai masih kurang, karena belum memenuhi satu desa satu bidan. Atas persoalan ini, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kembali mengusulkan penambahan bidan dari pemerintah pusat.

download (6)

“Untuk memenuhi kebutuhan bidan desa, kita masih mengusulkan tenaga bidan antara 30 sampai 50 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bombana, dr Sunandar. Sampai saat ini, Pemkab Bombana baru memiliki 60 bidan yang sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Mereka tidak hanya ditempatkan di desa-desa, namun juga disiagakan di rumah sakit dan beberapa puskesmas.

Meski begitu, Pemkab Bombana juga memiliki bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang diangkat oleh Kementerian Kesehatan. Jumlahnya sampai saat ini, sebanyak 104 orang. Bahkan kata mantan Direktur RSUD Bombana ini, 104 bidan PTT itu, tengah diupayakan peningkatan statusnya menjadi PNS. Untuk perbaikan atau peningkatan status tersebut, 104 bidan PTT ini sudah mengikuti rangkaian ujian CPNS yang diselenggarakan langsung Kemenetrian Kesehatan.

“Sudah beberapa waktu lalu proses seleksinya. Dan ini semua dilaksanakan Kemenkes. Sementara Pemda hanya menyiapkan fasilitas,” sambungnya. Sunandar berharap, semua bidan PTT yang ingin memperbaiki nasib menjadi PNS itu, bisa diluluskan semuanya oleh Kementerian Kesehatan. Sebab, tenaga mereka sangat dibutuhkan di Bombana.

Selain 104 tenaga bidan yang mengikuti program perbaikan nasib, juga terdapat 3 dokter PTT yang mengikuti kegiatan serupa. Semua tenaga medis itu, semuanya sudah lama mengabdi di Bombana dan jika bernasib baik, mereka akan tetap bertugas di Bombana. Menurut Sunandar, jika 104 bidan PTT ini lulus, maka keberadaan 1 bidan 1 desa sudah terpenuhi. Sementara tambahan 30 sampai 50 itu, untuk melengkapai desa-desa lain, yang wilayah dusun satu dengan dusu lain dinilai masih berjauhan. (Nur/b)

0 komentar:

Posting Komentar