LENSAINDONESIA.COM : Demi ikut perekaman KTP elektronik, ratusan warga antre hingga mengular di kantor Dispendukcapil Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/9/2016). Sayangnya, antusiasme ini tak diimbangi dengan kesiapan alat perekaman.
Antrean ratusan warga bahkan sudah terlihat sejak dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, seperti pengakuan Hendra Wibawanto, asal Desa Tunggorono. Dia mengaku sudah antre sejak Subuh dan ternyata sudah mendapat nomor antrean 287.
“Saya berangkat habis jam 5 an pagi mas, untuk mendapat nomor antrian ini, dan alhamdulillah masih kebagian nomor pelayanan. Pasalnya, hari ini kabarnya hanya melayani antrian 400 orang. Bisa dibayangkan yang antre sebelum saya mas, pasti berangkatnya dini hari, saya aja mendapat nomor 287 untuk mendapatkan pelayanan E KTP,” ujarnya, kepada Lensa Indonesia.
Sedangkan Ratna warga yang lain, mengaku mengantre sejak pukul 03.00 WIB dini hari, namun tidak bisa mengurus karena kuota habis.
“Sangat kecewa mas, dengan sistem pelayanan Pemerintah. Pasalnya, warga lainnya sudah lebih dari satu kali mendatangi Kantor Catatan Sipil, namun selalu gagal karena adanya pembatasan dan kuota tersebut. Padahal berangkat dari rumah dini hari dan jauh, tapi alatnya tidak ada katanya, dibatasi untuk KTP 250 orang dan KK 100 orang saja,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang, Hadi Purnama, mengaku jika Dispendukcapil mengalami keterbatasan alat dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menghambat pelayanan kepada masyarakat. Dia mencontohkan untuk alat perekaman hanya ada enam perangkat dimana dua perangkat ada di kantor pelayanan Dispendukcapil, empat lainnya disebar di empat titik layanan yakni di Kecamatan Mojoagung, Perak, Ngoro, dan Ploso.
“Tak hanya itu, jaringan internet juga kadang tersendat – sendat seperti beberapa waktu lalu, menyebabkan tidak optimal dan tidak stabil dalam layanan E-KTP,” bebernya.
“Sehingga kami sendiri mempunyai inisiatif membuka pelayanan di hari libur, Sabtu dan Minggu pelayanan di dispendukcapil tetap buka. Supaya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dalam mengurus administrasi kependudukan. Ini dilakukan untuk masyarakat yang bekerja, dan warga yang baru melakukan perekaman E KTP. Di Jombang sendiri masih sekitar 9000 warga yang belum melakukan perekaman E KTP,” pungkasnya. @Obi
0 komentar:
Posting Komentar