Wagub Jatim Gus Ipul didampingi Kadishub Jatim Wahid dan Direktur ATKP Surabaya Setiyo bersama para peserta Diklat Avsec Angkatan XIX dan Diklat Logistik Angkatan I di ATKP Surabaya. Foto: Sarifa-lensaindonesia LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengapresiasi adanya diklat yang digelar oleh Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Pemprov Jatim melalui Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya dan Dinas Perhubungan Jatim. Diklat tersebut meliputi Diklat Basic Aviation Security (Avsec) Angkatan XIX dan Diklat Logistik Angkatan I.
Pelaksanaan Diklat Basic Avsec berlangsung selama tiga minggu hingga 13 Maret 2017. Tujuannya untuk menyiapkan personil keamanan penerbangan yang kompeten dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Sedangkan untuk Diklat Logistik dilaksanakan selama lima hari hingga 27 Februari 2017 dengan tujuan menyiapkan personil yang menangani sistem logistik dan cargo bandara.
ATKP Surabaya sebagai salah satu UPT Badan Pengembangan SDM Perhubungan pada tahun ini dipercaya menyelenggarakan pengembangan diklat teknis penerbangan untuk masyarakat sebanyak 160 orang.
Gus Ipul (sapaan akrab Wagub) mengatakan diklat ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada keselamatan penerbangan Indonesia dan permasalahan logistik di Indonesia saat ini.
Apalagi, lanjut dia, ini program pro rakyat yang ditujukan untuk membekali keterampilan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan dibiayai 100 persen dari APBN Tahun Anggaran 2017. Salah satu syaratnya adalah surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari pejabat berwenang.
“Ini program bagus sekali dari Kementerian Perhubungan yang disalurkan melalui ATKP Surabaya. Pada diklat ini masyarakat yang tidak mampu direkrut dan dididik untuk ikut pelatihan baik untuk polisi bandara maupun logistik. Tujuannya untuk memberikan pendidikan kilat, untuk beberapa bidang yang memang seperti polisi bandara harus memerlukan pelatihan khusus diharapkan punya lisensi berstandar internasional,” jelasnya ditemui usai membuka acara Diklat di ATKP Surabaya, Selasa (21/2/2017).
Menurutnya penyelenggaraan transportasi dituntut untuk tidak cukup hanya di tingkat berjalan baik-baik saja, namun penyelenggaraan transportasi harus efektif, efisien dan berdaya saing global.
Sementara, Direktur ATKP Surabaya Setiyo mengungkapkan sebanyak 160 lulusan SMA yang belum bekerja dan tidak melanjutkan pendidikan, mendapat pelatihan gratis di bidang Aviation Security atau polisi bandara dan logistik bandara.
Untuk materi yang diajarkan, yaitu sistem pengamanan bandara dan mekanisme mengelola sistem logistik di bandara. “Jika biasanya untuk sekali diklat seperti ini setiap siswa kami membayar Rp 9 juta, kali ini diklat diberikan secara gratis. Karena memang ini program dari Kementerian Perhubungan, namun untuk di ATKP jumlah peserta diklat hanya dibatasi 160 orang saja,” tambah Setiyo.
Disisi lain, para lulusan dalam diklat ini juga bisa bersinergi dengan dengan sejumlah program yang dimiliki Pemprov Jatim dalam upaya pengembangan pelayanan transportasi udara antar kota atau city link. Sehingga akan sangat terbantu dengan adanya program ini karena pelayanan pengamanan bandara atau sistem logistik akan banyak dibutuhkan.
Ada dua pertimbangan dalam pengembangan city link yakni pertama, Jatim merupakan provinsi besar, sehingga pelayanan transportasi udara antar kota akan sangat dibutuhkan di masa mendatang.
Kedua, bisa mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekomomi baru untuk mengurangi disparitas wilayah, sehingga dapat membuka potensi wilayah tersebut untuk meningkatkan iklim investasi yang lebih kompetitif baik investor dalam negeri maupun luar negeri.
Saat ini di Jatim terdapat enam Bandar Udara yang telah beroperasi yakni Bandar Udara Juanda, Abdulrachman Saleh Malang, Blimbingsari Banyuwangi, Notohadinegoro Jember, Trunojoyo Sumenep dan Harun Thohir Pulau Bawean. Sedangkan yang dalam tahap perencanaan yakni Bandar Udara Kangean-Sumenep, Masalembu Sumenep dan Tulungagung.
Ditambahkan Setiyo, nantinya setelah mendapat pelatihan, sebanyak 160 peserta akan disalurkan untuk mendapat pekerjaan. Diklat yang digelar ini di antaranya tak hanya di bidang transportasi udara, namun juga di bidang transportasi laut yang dilaksanakan di Poltekpel Surabaya, serta tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar