Kim Jong-nam adalah saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. (GETTY IMAGES) LENSAINDONESIA.COM : Pemerintah Malaysia memastikan Bandara KLIA 2 bebas dari paparan zat kimia VX nerve agent, yang menewaskan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
“Tidak ada keanehan baik di klinik maupun staf yang menangani Kim sebelum dia meninggal. Dan semuanya dalam kondisi kesehatan yang baik,” ujar statemen resmi Malaysia Airports Holdings Berhard, yang mengelola bandara.
Staf pembersih juga memastikan tidak ada simptom tertentu yang menunjukkan adanya zat VX, kata pejabat Malaysia.
“Bandara Malaysia menempatkan standar proses pembersihan harian, termasuk mengepel lantai emnggunakan mesin dengan berbagai zat pembersih dan air,” lanjut statemen itu.
“Kami juga menginformasikan jika petugas kebersihan juga dalam kondisi sehat,” pungkas statemen tersebut.
Kementerian Keshatan juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan mengatakan, “Mereka yang terpapar akan menunjukan gejala dan simptom paling cepat 18 jam setelah terpapar.”
Kim Jong-nam tewas usai dua perempuan mengusapkan zat VX ke mukanya saat menanti keberangkatan ke Makau di Bandara KLIA 2 Kuala Lumpur Malaysia. Dia mengaku pusing kepada staf bandara dan berjalan menuju ke klinik bandara dan tak lama kemudian tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.
Belakangan diketahui, Kim Jong-nam tewas akibat zat VX yang disebut sebagai senjata kimia.
Sejauh ini, emapt orang sudah ditangkap atas tuduhan terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, termasuk Siti Aisyah. Adapun empat pelaku yang berkewarganegaraan Korea Utara diketahui sudah melarikan diri saat peristiwa itu terjadi. @cnn/licom
0 komentar:
Posting Komentar