Jumat, 03 Februari 2017

Penting! Klarifikasi Kapolda Jatim soal pendataan kiai yang mirip zaman PKI

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin berkunjung ke Pesantren Tebuireng. (LICOM/Muhammad Ibnu Alfarobi)

LENSAINDONESIA.COM : Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengklarifikasi adanya tudingan pendataan terhadap Kiai dan Tokoh ulama di Jawa Timur. Merebaknya tudingan ini dikarenakan ada edaran form pendataan yang diberikan begitu saja oleh anggota kepolisian, sehingga memunculkan kekhawatiran.

Sejumlah pengasuh pesantren lamtaran pendataan ini menganggap mirip dengan peristiwa yang muncul saat sebelum G 30 S PKI.

“Itu tidak benar, jika pendataan itu dikaitkan dengan sertifikasi kiai atau apapun yang nilainya negatif. Pendataan ini dimaksud untuk bersilaturahmi kepada para kiai dan tokoh. Kami memang mendata para kyai dan tokoh ulama yang ada di Jawa Timur. Namun bukan untuk sertifikasi para Kyai melainkan kami ingin mengetahui dan mengundang beliau – beliau untuk acara silaturahmi,” jelasnya, Sabtu (4/2/2017)

Pendataan yang dilakukan ini hanyalah sebatas pendataan wilayah yang sering dilakukan oleh anggota kepolisian. Juga untuk bersilaturahim kepada kiai dan tokoh.

“Kami juga melakukan pendataan dengan sejumlah tempat seperti kaitannya wisata yang ada dijombang yakni kawasan wisata religi. Jangan itu dijadikan nilai yang negatif, dan jangan dibesar – besarkan,” harapnya.

Silaturahim ini untuk berdiskusi dan berdialog meminta kepada para kyai, ulama dan tokoh untuk dapat memberikan masukan, pesan dan saran serta bersama–sama turut menjaga stabilitas khususnya Jawa Timur dan NKRI pada umumnya dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. @Obi

loading...

0 komentar:

Posting Komentar