Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo – foto-istimewaAMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Pilkada serentak pada 101 daerah di Indonesia pada Rabu (15/2) berjalan aman dan lancar. Tak ada in-siden yang mengarah kekerasan fisik, kendati masih ada letupan tapi dapat segera diredam.
“Semua berjalan aman. Ya alhamdulillah itu harapan kita semua,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (15/2) di sela kegiatan memantau langsung Pilkada di Jakarta.
Kondisi ini, tentunya sangat menggembirakan, terutama bagi warga Jakarta yang di wilayahnya, konstelasi politiknya begitu memanas sebelum pilkada berlangsung.
Berhasilnya Polri dibantu TNI mengamankan Pilkada serentak tak terlepas dari persiapan yang matang. Soal ini, sudah difokuskan pada Rapim Polri beberapa bulan lalu, dan imbauan terus menerus yang dilakukan oleh pimpinan Polri.
“Proses pengamanan telah disiapkan di berbagai wilayah, termasuk pengaman di Indonesia Timur. Namun distribusi logistik, termasuk surat suara, memang menemui kendala di pelosok Papua. Faktor geografis pun menghambat. Hanya itu,” tandas Kapolri.
Seperti, beberapa wilayah yang bermasalah letaknya, bermasalah surat suaranya yang di gunung-gunung di Papua, ada beberapa tempat, misalnya Kabupaten Nduga yang letaknya di gunung. “Ada beberapa tem-pat yang masih (terkendala -red) karena memang kerjanya luar biasa. Itu kotak harus dibawa di tempat tempat terpencil, harus dibopong,” jelasnya.
Kapolri juga menggambarkan ada beberapa pulau di daerah Sangir Talaud karena ombak besar. Bahkan ada beberapa tempat di mana kotak dan surat suaranya harus dipikul oleh petugas TNI dan Polri karena lokasi TPS berada di pelosok.
Nah, khusus untuk wilayah Jakarta, Kapolri mengatakan tidak ada laporan adanya gangguan.
“Ini karena kita sudah proaktif menjaga keamanan sampai deng-an nanti pasca-penghitungan suara kita sudah siapkan antisipasinya. Masyarakat tidak usah kha-watir nanti juga kalau ada yang menang jangan euforia merendahkan kepada yang kalah, jangan sampai terjadi,” tandas Kapolri.
Secara keseluruhan, dia menyampaikan kondisi seluruh daerah di Indonesia masih aman dan tidak ada gangguan yang cu-kup signifikan.
Selama Pilkada tersebut Kapolri Jenderal melakukan pemantauan langsung pengamanan di TPS-TPS.
Dalam kegiatan itu Kapolri di-dampingi Kapolda Metro Jaya In-spektur Jenderal Polisi M Iriawan dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Muhammad, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Juri Ardiantoro, anggota Komisi II dan III DPR RI.
Sebelum memantau TPS-TPS tersebut, para pejabat menggelar rapat di Gedung Utama Markas Polda Metro Jaya pada pukul 07.00 WIB. Sejauh ini, Kabid Gumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Wiyono, situasi keamanan Jakarta cukup kondusif.
Polda Metro Jaya telah menempatkan kekuatan personil pada seluruh TPS guna mengamankan Pilkada DKI Jakarta, Pilkada Banten dan Pilkada Kabupaten Bekasi.
Polda Metro Jaya mengamankan 23.315 TPS pada Pilkada DKI Jakarta, kemudian Pilkada Banten di wilayah Kota Tangerang Selatan (3.024 TPS), Kota Tangerang
(13.023 TPS) dan Pilkada Kabupaten Bekasi (3.958 TPS).
Polda Metro Jaya mencatat setidaknya ada 417 TPS termasuk kategori rawan satu pada pilkada berdasarkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Gabungan TNI-Polri juga terpantau menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara dalam rangka Pilkada Serentak 2017 di lapangan Silang Monumen Nasional (Monas) Selatan sejak Sabtu (11/2).
Tak hanya polisi dan TNI apel juga melibatkan dinas terkait di Pemprov DKI seperti Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan (Dishub), dan instansi lainnya.
Bahkan kali ini apel dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan dihadiri oleh pejabat Polri, TNI, serta Dinas Terkait dan akan diikuti oleh ribuan pasukan gabungan. * yor/lis/dra
(Visited 7 times, 7 visits today)
0 komentar:
Posting Komentar