Jakarta – Komisi VI DPR menyayangkan adanya penyelewengan peruntukan dana subsidi pengiriman Sapi dari Prov.NTT ke Jakarta dengan menggunakan Kapal Ternak Tol Laut KM Camara Nusantara 1.
Anggota Komisi VI DPR, Bambang Haryo Soekartono menyatakan, Kapal Tol Laut yang disubsidi dari APBN 750 juta/kebarangkatan seharusnya PT. Berdikari sebagai stabilisator pasar bisa mendapatkan kuota yang lebih banyak dari swasta.
“Menurut saya, karena fungsi PT.Berdikari sebagai stabilisator harga, dengan diberikan kuota yang lebih banyak harapannya harga sapi di Jakarta jadi lebih murah. Jika pihak swasta tidak bisa menjual dengan harga 80-85 ribu/kg sama dengan PT.Berdikari, lebih baik kuotanya diberikan saja semuanya ke Berdikari,” tekan Politisi F-Gerindra ini.
Ditambahkannya, saat ini PT.Berdikari mendapatkan kuota sekitar 100-150 sapi setiap pengiriman dalam 1 bulan 2 kali, berarti tidak sampai 20 persen.
“Ini harus menjadi perhatian dari kementerian pertanian, perdagangan dan perhubungan untuk ikut mendukung didalam proses penambahan kuota dari PT.Berdikari dan soal penentuan harga. Karena subsidi ini dana rakyat, maka harusnya harga sapi bisa lebih murah,”tutupnya.
(fai)
0 komentar:
Posting Komentar