Herman Koedoeboen dan Abdullah Vanath, santer dikabarkan akan berpasangan menuju Pilkada Maluku, yang akan dilaksanakan pertengahan tahun 2018.
Nama Herman dan Vanath tentu tidak lagi asing di kuping warga Maluku. Keduanya secara sendiri-sendiri menorehkan prestasi yang luar biasa, kala mengikuti Pilkada tahun 2013 lalu.
Kala itu PDIP mengusung Herman yang Wakil Kepala Kejati Maluku, berpasangan dengan pengusaha lokal Daud Sangadji.
Sedangkan Vanath yang 10 tahun menjabat Bupati Seram Bagian Timur, berpasangan dengan Marthin Maspaitela, yang berlatar belakang akademisi. Keduanya menorehkan prestasi yang luar biasa.
Hasil perhitungan suara putaran pertama yang digelar 11 Juni 2013, sebagai ditetapkan KPU Maluku menyebutkan, Herman yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya, malah memperoleh suara nomor tiga terbanyak, dengan 188.088 suara dari 772.311 suara sah (24,35 persen).
Pada posisi pertama, tercatat nama Vanath dan Maspaitela dengan 205.564 suara (26,63 persen) sedangkan Said Assagaff dan Zeth Sahuburua berada posisi kedua dengan memperoleh 198.428 suara (25,69 persen).
Kendati berada di posisi ketiga, namun Herman mendapat suara terbanyak di Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat.
Sementara Vanath dan Maspaitela hanya unggul telak di Seram Bagian Timur sedangkan Assagaff-Sahuburua mendapat suara terbanyak dari Kabupaten Buru dan Buru Selatan.
Kendati hasil putaran pertama sempat berujung ke Mahkamah Konstitusi, namun Vanath-Maspaitella dan Assagaff-Sahuburua yang dinyatakan melangkah ke putaran kedua.
Di putaran kedua pilkada yang berlangsung 14 Desember 2013, Vanath-Maspaitella kalah tipis dari Assagaff-Sahuburua. Vanath-Maspaitella kala itu memperoleh 383.705 suara dari 773.589 suara sah (49,6 persen), sementara Assagaff-Sahuburua 389.884 suara (50,4 persen).
Viral di Medsos
Kabar yang menyebutkan Herman dan Vanath akan berpasangan, telah viral di media sosial. Di facebook misalnya, akun pasangan keduanya bahkan sudah disiapkan. Postingan yang menunjukan keseriusan keduanya, juga terlihat sangat jelas.
Sebuah postingan diantaranya bertajuk “Anak Pulau Untuk Provinsi Kepulauan”. Postingan ini bertuliskan Izinkan ke-dua Anak Pulau, Bapak Herman Adrian Koedoeboen & Bapak Hi. Abdullah Vanath memimpin negeri seribu pulau Maluku. Kami menyadari, demokrasi menjamin hak setiap warga negara untuk berkompetisi.
Namun, bagi kami sejauh ini produk kebijakan yang berorientasi pada masyarakat pesisir belum terasa signifikan oleh negeri yang bercirikan kepulauan ini. Maka dari hati terdalam, kami mohon do’a restu & dukungan masyarakat bagi Nyong-Nyong Maluku yang lahir dari latar belakang pikiran kepulauan.
Kami meyakini, jika anak pulau memimpin. Bukan tidak mungkin hegemoni pembangunan berbasis perkotaan akan mendapatkan proporsi yang tepat, mengapa proporsi basis pembangunan kota dan desa harus sesuai proporsi.
Sebab MALUKU bukan saja Ambon, sebab Maluku berpulau yang juga butuh proporsi ideal juga. Maka membangun MALUKU juga harus mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan, primer & sekunder. Secara tegas, saatnya nanti akan kami sampaikan konsep jitu pembangunan berbasis kepulauan dan konsep pembangunan berbasis maritim untuk Maluku Hebat. Sore Bae Sodara Basudara di Pulau-Pulau Bumi Raja-Raja. Hormat Kami.
Postingan ini mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. “Mantap kreen. Salam Maluku Hebat,” tulis Morenz Morez. “September (Seram Tenggara Bersatu ) voor Maluku,” tulis Igo Sallira.
Legislator Maluku, Rohani Vanath juga menuliskan komentarnya yang mendukung duet Herman-Vanath pada postingan tersebut.
“Sepakat dengan statement di atas karena cuma mengharap kami legislator DPD & DPR RI asal Maluku 8 orang tidak bisa menjamin perubahan yang signifikan untuk Maluku, kekuatan politik kami dari Maluku dengan teman-teman dari luar Maluku tidak berimbang. Untuk itu diharapkn pemimpin Maluku harus memiliki terobosan serta berani dalam mengambil keputusan, Inovatif yang brilian hanya ada pada gagasan yang muda-muda. Kenapa? Yang muda yang penuh gairah serta ambisius untuk menunjukn eksistensi dirinya hanya ada pada pasangan Hebat,, mohon dukungan doa dan kerja keras tentunya bagi semua yang mencintai mereka,” tulis Rohani yang juga istri dari Vanath.
Begitu juga dengan Ibrahim Suneth yang menuliskan komentar “Pasangan yang sangat sangat dan sangat. Sudah habis kata untuk diartikulasi”. “Kalau ada yang HEBAT kenapa harus memilih yang tidak hebat,” tulis Matdoan Asmin.
“Suara dari seluruh keluarga adat dataran tinggi juga rendah dari Buru Bagian Barat juga dari Buru Selatan selama ini selalu jadi pembicaraan tentang bang dullah jadi ada waktu untuk buktikan aja bahwa semua keluarga Alifuru di Buru sini siap mendukung,” tulis Ahmad Gasam.
Sementara itu, Abdullah Vanath yang dikonfirmasi Siwalima, Minggu (12/3) ternyata tak mengaktifkan telepon selulernya.
Namun dalam postingan di akun facebook Maluku Hebat, disebutkan secara terbka Vanath telah menyampaikan secara terbuka kepada publik SBT di Bula, 7 Maret lalu untuk maju pada perhelatan Pilkada Maluku.
Bupati SBT dua periode itu meminta doa dan dukungan untuk berkompetisi di Pilkada Maluku tahun 2018.
“Dari rumah sandiri beta memulai perjuangan menuju proses besar ini, di malam ini beta mohon doa dan dukungan seluruh rakyat SBT. Jangan ada keraguan sedikit pun untuk memulai perjuangan ini, jangan gentar, jangan takut apa lagi mundur. Ayoo sama-sama berjuang. Kalau sebagian orang yang bilang Abdullah Vanath seng pung kemampuan lai, jawab saja. Tahun 2013 AV tidak di hitung tapi akhirnya diperhitungkan,” ungkap Vanath dalam postingan tersebut.
Sementara Herman Koedoeboen yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (12/3) siang, enggan mengomentari kabar dirinya nyalon di Pilkada Maluku berpasangan dengan Vanath.
Herman mengaku sementara acara keluarga sehingga belum dapat memberikan komentar. “Mohon maaf saya sementara acara bersama keluarga. Saya dapat belum berkomentar karena sementara acara,” ujarnya di ujung telepon.
Perolehan suara Herman dan Vanath pada pilkada 2013 tentu tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun kandidat yang akan bertarung. Jika keduanya berpasangan, tak tertutup kemungkinan, prestasi yang pernah diraih tiga tahun lalu, akan terulang lagi. (S-43)
0 komentar:
Posting Komentar