Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menerima cinderamata berupa pedang emas dari Kerajaan Arab Saudi. Pedang tersebut diserah melalui uta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi saat berkunjung ke Mabes Polri, Sabtu (04/03/2017). Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif mengapresiasi sikap Polri yang berencana melaporkan cinderamata pedang emas pemberian Raja Kerajaan Arab Saudi saat kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia.
“Itu bagus. Hari ini belum tahu ya (sudah dilaporkan atau belum, red), tapi kami ucapkan terima kasih kepada Polri untuk melaporkan penerimaan pedang itu,” katanyasaat menjadi pembicara MPR di Gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (06/03/2017).
Menurut Syarif langkah Polri ini patut diapresiasi. Kata dia, sikap serupa juga ditunjukkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang melaporkan pemberian dari tamu negara atau pihak lainnya meski merupakan hadiah kecil.
“Sebagai contoh saja, Pak Jokowi dapat gitar laporkan, kemarin Pak Jokowi juga dapat lukisan dan T-shirt juga dilaporkan. Jadi Kapolri juga mudah-mudahan melaporkan,” tuturnya.
Diketahui, Kerajaan Arab Saudi memberikan cendera mata berupa pedang emas kepada Polri melalui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi. Pemberian pedang emas kepada institusi Polri itu dilakukan saat Dubes Saudi berkunjung ke Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (04/03/2017).
Pemberian Kerajaan Arab Saudi itu akan dilaporkan ke KPK. Cendera mata tersebut selanjutnya akan disimpan di Museum Polri.
“(Bukan) pedang yang terbuat dari emas, tapi pedang yang punya nilai emas. Barangnya bukan dari emas. Tapi pedang yang memiliki nilai emas dalam tanda petiklah. Benda berhargalah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar secara terpisah.@LI-13
0 komentar:
Posting Komentar