Jumat, 10 Maret 2017

Kualitas SDM Maluku Jadi Prioritas

Ambon - Gubernur Said Assagaff dan Wakil Gubernur Zeth Sahubu­rua, Jumat (10/3) telah tiga ta­hun memimpin Provinsi Ma­luku.

Untuk mewujudkan peruba­han bagi Maluku yang lebih baik, pasangan ini sangat mem­butuhkan peran dan dorongan masyarakat. Bagi keduanya, masyarakat adalah inti kekuatan pembangunan. Apalagi saat peningkatan kualitas sumber­daya manusia menjadi prioritas.

Menurut Wagub Sahubu­rua, posisisi gubernur dan wa­kil gubernur hanyalah berfu­ngsi sebagai koordinator.

“Saya kira gubernur dan wagub berfungsi sebagai koor­dinator, dan masyarakat harus terus membantu kita, karena kekuatan pembangunan ada di masyarakat. Kita hanya me­nen­tukan kebijakan, bersama-sama dengan DPRD tentukan kebijakan. Namun pelak­sa­naan itu harus ditunjang oleh masyarakat,” jelas Wagub ke­pada wartawan usai acara syu­kuran tiga tahun memim­pin Maluku di kediamannya di kawasan Karang Panjang, Jumat (10/3) malam.

Dikatakan, dirinya bersama gubernur sangat membutuh­kan adanya bantuan dan do­rongan masyarakat untuk ber­sama-sama dengan pemerin­tah mewujudkan Maluku yang le­bih aman, damai dan sejahtera.

“Tanpa dukungan masya­rakat kita bukan apa-apa. Jadi kita butuh sekali dukungan masyarakat untuk membantu kita mendorong agar kedepan kita bisa mencapai hasil seba­gaimana visi dan misi saya dan pak gubernur,” katanya.

Kedepannya, jelas Wagub, masyarakat Maluku akan di­perhadapkan dengan tanta­ngan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga pe­me­rintah saat ini sementara menyiapkan kualitas sumber daya manusia di Maluku.

“Untuk menghadapi MEA, kita harus tingkat kualitas daya saing SDM, karena tan­pa daya saing kita tidak akan maju. Tanpa kita punya kua­litas sumber daya manusia kita tidak bisa bersaing, karena me­reka yang datang itu pu­nya kualitas dan mereka punya kemam­puan, baik dari sisi finince maupun kemam­puan,” jelasnya.

Olehnya itu, pemerintah saat ini tengah mempersiap­kan sumberdaya alam Maluku agar pada saatnya, tidak kalah saing dan tidak menjadi hamba di tuan rumah sendiri. “Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Wagub.

Sementara itu, walaupun yang harus melakukan eva­luasi atas kinerja mereka ada­lah masyarakat, namun bagi­nya selama tiga tahun ini yang telah mereka kerjakan ialah stabilitas keamanan, dimana kerukunan hidup umat ber­agama telah tercapai dengan baik.

“Yang kita lakukan paling utama itu adalah stabilitas keamanan yang kita jaga. Yang berikut yang bisa kita kerjakan yaitu bagaimana kita bisa tingkat sumber daya ma­nusia lewat memberikan ke­sempatan bagi anak-anak kita melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun di luar ne­geri, melalui tes yang bisa di­per­tanggung jawabkan,” jelasnya.

Dalam memimpin Maluku kedepan, menurutnya, ada be­gitu banyak tantangan. “Tan­ta­ngan yang paling terasa ialah letak Maluku secara geografis yang terdiri dari ribuan pulau. Maluku juga sam­pai dengan saat ini masih tergolong masyarakat termis­kin nomor urut 4 di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa untuk menyelesaikan masalah itu seperti orang membalikan telapak tangan, kita harus kerja keras, dan kerja keras itu bukan hanya dari gubernur dan wagub saja, tetapi harus ditunjang oleh seluruh bupati walikota di Maluku,” ungkapnya. (S-43)

0 komentar:

Posting Komentar