Ambon - Gubernur Said Assagaff dan Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, Jumat (10/3) telah tiga tahun memimpin Provinsi Maluku.
Untuk mewujudkan perubahan bagi Maluku yang lebih baik, pasangan ini sangat membutuhkan peran dan dorongan masyarakat. Bagi keduanya, masyarakat adalah inti kekuatan pembangunan. Apalagi saat peningkatan kualitas sumberdaya manusia menjadi prioritas.
Menurut Wagub Sahuburua, posisisi gubernur dan wakil gubernur hanyalah berfungsi sebagai koordinator.
“Saya kira gubernur dan wagub berfungsi sebagai koordinator, dan masyarakat harus terus membantu kita, karena kekuatan pembangunan ada di masyarakat. Kita hanya menentukan kebijakan, bersama-sama dengan DPRD tentukan kebijakan. Namun pelaksanaan itu harus ditunjang oleh masyarakat,” jelas Wagub kepada wartawan usai acara syukuran tiga tahun memimpin Maluku di kediamannya di kawasan Karang Panjang, Jumat (10/3) malam.
Dikatakan, dirinya bersama gubernur sangat membutuhkan adanya bantuan dan dorongan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan Maluku yang lebih aman, damai dan sejahtera.
“Tanpa dukungan masyarakat kita bukan apa-apa. Jadi kita butuh sekali dukungan masyarakat untuk membantu kita mendorong agar kedepan kita bisa mencapai hasil sebagaimana visi dan misi saya dan pak gubernur,” katanya.
Kedepannya, jelas Wagub, masyarakat Maluku akan diperhadapkan dengan tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga pemerintah saat ini sementara menyiapkan kualitas sumber daya manusia di Maluku.
“Untuk menghadapi MEA, kita harus tingkat kualitas daya saing SDM, karena tanpa daya saing kita tidak akan maju. Tanpa kita punya kualitas sumber daya manusia kita tidak bisa bersaing, karena mereka yang datang itu punya kualitas dan mereka punya kemampuan, baik dari sisi finince maupun kemampuan,” jelasnya.
Olehnya itu, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan sumberdaya alam Maluku agar pada saatnya, tidak kalah saing dan tidak menjadi hamba di tuan rumah sendiri. “Kita harus menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Wagub.
Sementara itu, walaupun yang harus melakukan evaluasi atas kinerja mereka adalah masyarakat, namun baginya selama tiga tahun ini yang telah mereka kerjakan ialah stabilitas keamanan, dimana kerukunan hidup umat beragama telah tercapai dengan baik.
“Yang kita lakukan paling utama itu adalah stabilitas keamanan yang kita jaga. Yang berikut yang bisa kita kerjakan yaitu bagaimana kita bisa tingkat sumber daya manusia lewat memberikan kesempatan bagi anak-anak kita melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri, melalui tes yang bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.
Dalam memimpin Maluku kedepan, menurutnya, ada begitu banyak tantangan. “Tantangan yang paling terasa ialah letak Maluku secara geografis yang terdiri dari ribuan pulau. Maluku juga sampai dengan saat ini masih tergolong masyarakat termiskin nomor urut 4 di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa untuk menyelesaikan masalah itu seperti orang membalikan telapak tangan, kita harus kerja keras, dan kerja keras itu bukan hanya dari gubernur dan wagub saja, tetapi harus ditunjang oleh seluruh bupati walikota di Maluku,” ungkapnya. (S-43)
0 komentar:
Posting Komentar