Foto: Ilustrasi
PUTUSSIBAU-Pesantren di Kapuas Hulu sedikitnya ada empat buah, namun sayangnya dari keempat pesantren ini jumlah santrinya tidak bertambah bahkan berkurang saja yang ada. Hal ini dikarenakan para orang tua yang memiliki anak kurang minat untuk memasukkan anaknya ke Pesantren.
Kurangnya SDM, sarana dan Prasarana serta kemasan yang kurang baik terhadap pesantren menjadi pemicu kurangnya masyarakat di Kapuas Hulu untuk memasukkan anaknya ke pesantren. “Saya lihat kondisi pesantren yang ada di Kapuas Hulu kurang berkembang, Begitu-begitu saja,” kata Khusayri Husman Kepala Kemenag Kapuas Hulu, Selasa (7/3).
Padahal selama ini menurutnya pemerintah lumayan mendukung dalam pembinaan pesantren, Pesantren yang ada di Kalimantan ini berbeda dengan pesantern yang ada di Jawa. Jika di Jawa tersebut semua kebutuhan untuk pesantren lengkap, mulai dari SDM, sarana dan prasananya juga memadai, sehingga masyarakat pun antusias untuk memasukkan anaknya ke pesantren.
“Kalau disinikan semuanya semuanya masih serba kurang,” ucapnya.
Untuk di Kapuas Hulu sendiri kata Khusayri ada empat buah pesantren yang masih aktif diantaranya Hidayatul Mujatahidin Perbatasan di Kecamatan Badau, Al Jihad di Tepuai Hulu Gurung, Ulil Albab Boyan Tanjung dan Syahrunnur Mentebah.
Ditambahkan Arjuto Kasi Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag Kapuas Hulu mengungkapkan, banyak faktor kenapa masyarakat kurang berminat untuk memasukkan anaknya ke pesantren. Menurutnya kultur masyarakat Kalimantan dianggap berbeda dengan kultur masyarakat Jawa terhadap Pesantren.
“Masyarakat kita disini cari yang praktis saja, jika dilembaga pendidikan sudah ada pelajaran agama, maka mereka sudah cukup dan tidak perlu lagi memasukkan anaknya ke Pesantren. Tapi ada juga sebagian kecil masyarakat yang memasukan anaknya ke pesantren,”ujarnya.
Menurutnya pendidikan di pondok pesantren ini lebih baik ketimbang pendidikan dilembaga pendidikan lainnya, hal ini dikarenakan muridnya (santri) dan guru (Kyai) itu setiap hari ketemu langsung sehingga secara tak langsung sudah ada pengawasan terhadap anak murid. “Dipesantren itu pelajaaran agamanya langsung dipraktekkan, tidak teori saja,” ungkapnya.
Saat ini untuk kondisi pesantren yang ada di Kapuas Hulu masih jauh dalam kekurangan baik itu SDM dan Fasilitas pesantren. “Begitu juga dengan kesejahteraan Ustadnya juga kurang, karena jika mengharapkan dari dana SPP santri tentunya tidak cukup. Apalagi masyarakat yang memondokkan anknya ke pesanter itu tidak semuanya mampu,” ucapnya.
Lanjutnya, untuk jumlah santri yang ada di beberapa pesantren di Kapuas Hulu ini juga jumlahnya tidak bertambah, bahkan berkurang saja yang ada. Maka dari itu sangat mengharapkan dari pemerintah pusat dapat memprhatikan keberlangsungan pesantren yang ada di Bumi Uncak Kapuas.
(TF)
0 komentar:
Posting Komentar