Ambon - Setelah sebelumnya terlibat bentrok, Negeri Ameth dan Nalahia, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah sepakat damai.
Kedua negeri bertetangga itu, sepakat damai setelah raja dan pemerintah kedua negeri dipertemukan oleh Kapolsek, Danramil dan camat, Jumat (28/4) pagi di Kantor Kecamatan Nusalaut.
“Hasil mediasi kedua pemerintah negeri sepakat untuk berdamai. Sebelumnya saya sampaikan ke Kapolsek asas dari penegakan hukum adalah memberikan rasa keadilan, jadi solisi penyelesaian masalah kita serahkan ke kedua belah pihak, dan hasilnya mereka sepakat untuk berdamai,” kata Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sucahyo Hadi kepada wartawan, di Mapolres Pulau Ambon.
Kendati begitu, proses hukum terhadap peristiwa bentrokan yang terjadi Rabu (26/4) siang itu, tetap berjalan. “Polisi juga normatif, dalam artian akan tetap melakukan penyelidikan dan penegakan hukum, seperti halnya ada yang sudah diamankan kita lakukan proses hukum agar ada efek jera,” tandas Sucahyo.
Tiga Luka Tembak
Bentrok antara warga Negeri Ameth dan Negeri Nalahia, menyebabkan tiga warga Nalahia luka-luka terkena tembakan senapan angin.
Kejadian itu, berawal ketika sejumlah warga Nalahia mengantar mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku, yang telah selesai melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di negeri tersebut menuju dermaga fery yang berada di Ameth, Rabu (26/4) sekitar pukul 12.10 WIT untuk kembali ke Ambon.
Tak lama setelah warga Nalahia tiba di pelabuhan, datang sekelompok warga Ameth yang langsung mengeroyok salah satu pemuda dari Nalahia yang diketahui bernama Zeth Simaela.
Penggeroyokan ini merupakan aksi balas dendam, karena sebelumnya seorang warga Nalahia berinsial SL memukul warga Ameth.
Warga Nalahia yang melihat Zeth Simaela dikeroyok, tidak terima dan melakukan perlawanan. Alhasil, bentrok antara kedua kelompok warga yang ada di dermaga pelabuhan pun terjadi.
Informasi kemudian beredar dari mulut ke mulut yang menyebabkan konsentrasi massa dari kedua warga negeri bertetangga itu. Mereka mempersenjatai diri dengan parang, tombak, panah ikan maupun senapan angin.
Saat terjadi baku lempar, warga Ameth mengeluarkan tembakan dengan senapan angin. Tiga orang warga Nalahia tertembak, yaitu Hengky Syaranamual tertembak pada bagian dada, Ade Tapilatu tertembak pada bagian tangan dan Bando Hetharie pada bagian bokong. (S-45)
0 komentar:
Posting Komentar