
LENSAINDONESIA.COM: Ditangkapnya Miryam S Haryani oleh pihak jajaran Polda Metro Jaya mengjadi harapan bagi sebagian kalangan anggota dewan. Sebab Miryam nantinya diharapkan dapat menguak tabir siapa gerangan pihak anggota dewan yang mengintervensi saat menjalani pemeriksaan di KPK dalam kaitannya kasus dugaan korupsi proyek e-KTP sneilai Rp2,3 triliun.
“Semoga dengan ditemukannya Miryam kita harapkan dapat menguak misteri siapa sesungguhnya yg menekan dirinya saat di BAP,” ujar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Miryam dibekuk oleh anggota kepolisian di sebuat tempat di bilangan Kemang Jakarta Selatan, Senin (1/5/2017). Bambang berharap tak saja pihak yang mengintervensi, namun juga semua pihak yang diketahuinya terlibat dalam kasus dugaan proyek e-KTP.
Setidaknya keterangan Miryam diharapkan untuk membuka benar tidaknya pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan yang mengatakan Miryam ditekan oleh sejumlah anggota dewan.
“Apa benar ada sejumlah anggota komisi III menekan dirinya,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu berpandangan bila semua terjawab, maka tak perlu lagi adanya hak angket terkait dengan membuka rekaman pemeriksaan Miryam di KPK. Dengan begitu, pro kontra rekaman dan tudingan perihal kecurigaan adanya keterkaitan dengan kasus e-KTP dapat selesai.
Nah Pansus, nantinya menggarap persoalan lain misalnya terkait dengan laporan audit BPK terhadap kinerja dan penggunaan anggaran KPK. Selain itu, soal kabar ketidakharmonisan sebagaimana yang disampaikan pengusul hak angket.
“Komisi III DPR berharap jika nanti Pansus benar-benar terbentuk dan mendapat dukungan fraksi2 di DPR, proses Pansus bisa berjalan transparan,” pungkasnya.@dg
0 komentar:
Posting Komentar