Senin, 01 Mei 2017

Ustad Felix Siauw bicara tentang pengajiannya yang dibubarkan polisi

LENSAINDONESIA.COM: Ustad Felix Siaw buka suara tentang pembubaran pengajiannya di Malang. Dia menyebut hal itu dikarenakan dorongan organisasi masyarakat tertentu.

Dalam video yang diunggah ke akun Facebook-nya, Felix mengatakan sedianya kajiannya digelar di Universitas Brawijaya Malang pada Minggu (30/4/2017). Namun saat datang pada Sabtu sore, panitia mengatakan acara dibatalkan Rektorat.

“Acaranya sedianya dilaksanakan di Universitas Brawijaya, lalu kemudian tiba-tiba ada pembatalan dari rektor, yang rektornya juga tidak menjelaskan kenapa acara itu dibatalkan, tidak ada alasan sama sekali yang diberikan kepada panitia, lalu kemudian dibatalkan meski kemudian ada bukti percakapan soal adnaya tekanan dari orang-orang tertentu.

Dia merasa heran kajian yang bertema soal pacaran, ditentang oleh rektor. Namun begitu, dia salut atas kesigapan panitia yang langsung mencari lokasi baru di sebuah hotel.

Namun baru saja kajian dimulai 08.30 WIB, sekitsr pukul 10.30 WIB pihak hotel meminta agar kajian dibubarkan. Dengan alasan tak dapat izin dari kepolisian.

“Kemudian disitu ternyata sudah banyak sekali polisi ada sekitar mungkin 10 atau 20 personel yang ada disitu. Lalu kemudian kita sampaikan, ya sudah tidak masalah kalaupun memang mau dibubarkan. Toh polisi sudah datang, ya mau apalagi, acaranya juga sudah rusak,” katanya.

Belum lagi saat akan memimpin doa penutup, polisi juga melarang. Saat mendampingi panitia ke Polres Malang baru diketahui adanya tekanan dari ormas tertentu.

“Jadi pihak kepolisian mendapatkan tekanan dari ormas-ormas tertentu yang ormas ini akhir-akhir ini terkenal sebagai ormas yang membubarkan pengajian dan juga oramas yang berpihak kepada kasus penistaan agama kemarin,” ujarnya.

Dia menyayangkan aksi pembubaran kajian, terutama belakangan Felix mengetahui kajiannya dianggap ada unsur makar.
“Padahal dimana makarnya, kita sedang membahas tentang pacaran kok. Kita sedang membahas tentang Udah putusin aja. Loh kok dianggap sebagai suatu hal yang dianggap mendekati suatu yang makar,” katanya heran.

Pada akhirnya, dia mengajak seluruh pihak tidak mengedepankan tindakan-tindakan pemaksaan, mengedepankan tindakan fisik tanpa ada komunikasi terlebih dahulu. Dia juga meminta kepolisian harus lebih baik dalam menjalankan tugas karena bisa jadi preseden buruk, karena ini negara hukum.

“Dakwah ini tidak akan pernah terhenti, dakwah ini Insya Allah tidak akan pernah surut,” tuturnya.@licom

0 komentar:

Posting Komentar